Menang Tanpa Ngasorake

KIM Layang KumitirĀ 

Jika Mereka Tak Terpilih …………..”

Jika Pak Jokowi dan Mbah Amin ga terpilih, mereka akan kembali menjadi pengusaha dan Jokowi kembali ke Solo dengan bisnisnya yang bisa membuatnya hidup sangat layak, bercengkrama dengan Bu Iriana, Gibran, Ayang, Kaesang, Selvi dan Bobi. Bermain gobagsodor dengsn Ethes dan Sedah. Tetep indah dan bahagia.

Mbah Amin kembali menjadi penasihat para ulama, bahagia menjaga akhlak negeri ini dengan pengajian2nya. Bahagia bersama istri, anak dan cucu2nya, murid ngajinya tetap berjuta seluruh nusantara, dihormati dan dikhikmati.

Jika Pak Prabowo dan Mas Sandi tak terpilih, mereka pun memiliki kehidupan yg indah dan bahagia.
Pak Prabowo, semoga bisa rujuk dengan mbak Titiek, berkumpul bahagia dengan keluarganya. Pergi ke sana ke mari mendukung prestasi putranya. Melanjutkan hobby berkuda dan bertani dgn orang2 sekitar rumahnya.

Mas Sandi juga tetap dengan kehidupannya yg bahagia. Bersama istri cantiknya, anak2nya, meneruskan bisnisnya dan dia ttp menjadi pengusaha muslim yg membawa manfaat banyak untuk negeri ini.

Lha aku, kamu, mereka?
Kadang sahabatmu dari kecilmu pun sudah kamu blocked, kamu ajak berantem hanya karena pilihannya berbeda.
Jangan2 kamu sudah malu datang ke reuni karena seriap reuni sebelumnya kamu rajin mendalilkan ayat2mu hanya untuk mendukung satu paslon dukunganmu dan sudah kamu kafirkan temenmu.

Jangan2 kamu tak berani lagi menyapa sahabatmu karena sudah terbiasa memanggilnya cebong, kampret, iq sekolam, dll
Jangan2 saat kamu butuh pekerjaan, butuh bantuan, temanmu tak lagi ingat padamu karena saling olok pasukan nasbung (nasi bungkus) , dsb.
Jangan2 perseteruan kalian tak pernah usai hingga salah satu dari kalian meninggal karena perbedaan pilihan 5 th lalu menjadi dendam 5 tahun ke depan dan ke depannya terus.

Jangan2 hidupmu yg penuh dendam karena bukan kefanatikan pilihan yang entah dalilnya kamu ambil dr ayat mana sesukamu hanya untuk memenuhi nafsumu sendiri.
Jangan2 mulutmu, tanganmu sudah terbiasa menghujat dan mencela hingga memanggil manusia lain dungu pun kamu anggap ibadahmu.

Jangan2 kamu akan membesarkan anak2mu menjadi generasi hoax generasi pencela, generasi pengumpat karena dr kecil sering mendengarmu berapi2 menyebut orang lain kampret, cebong, dungu, penipu, bodoh, dll.

Pak Jokowi, Mbah Amin, Pak Prabowo dan Mas Sandi melanjutkan hidupnya dengan bakti mereka, hidup bahagia.

Aku, kamu, mereka????
Hidup merugi setelah sekian lama hanya sering mencari kekurangan para bapak yg hebat2 itu, menghinakan mereka, padahal mengenal mereka pun tidak. Semua berdasarkan asumsimu, katanya2 yang dipercayai sebagai sumber yang benar.

Astaghfirullaah. Masih mau melanjutkan semua kekonyolan yang kamu yakini itu kebenaran versimu?

Jika mereka tak terpilih, mereka tetap bahagia.
Kamu? Tetep nelangsa dengan kebencianmu. dan yang perlu di ingat Umpama Kita Sakitpun, apakah nantinya beliau-beliau yang kita dukung mati2an akan menjenguk kita?? dan pastinya saudara, sahabat dan teman kita lah yang akan menjenguk kita.

Maka Marilah Kita Tetap : RUKUN, KOMPAK, KERJASAMA YANG BAIK, JUJUR, AMANAH DAN BERHEMAT.

 

Sumber dari Fb Zainuddin Zainuddin